Eco dan Organic Fashion, Hanya Taktik Bisnis Belaka?

Saya sempat membaca beberapa buku tentang eco bisnis, dan berbicara dengan beberapa orang praktisi dari beberapa bidang tentang eco dan organic fashion, serta implikasinya pada bisnis. Ternyata banyak terjadi pro dan kontra tentang hal – hal berbau eco dan organic.

Benarkan sebagian besar konsumen kita perduli tentang organic dan eco fashion? haruskah sebuah perusahaan betul – betul menggodok tentang eco dan organic planning nya demi menaikkan citra usahanya? Atau eco dan organic hanya sekedar tren label sebagaimana label New dan Formula baru yang digunakan untuk menaikkan perasaan kebutuhan akan produk tersebut pada konsumen?

Atau jangan – jangan eco dan organic fashion hanya akan jadi sebatas seperti tren IT bag nya Anya Hindmarch? Apakah mereka yg menggunakan tas tersebut betul – betul perduli dengan eco dan organic fashion? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

Lalu saya jadi teringat sewaktu di wawancara untuk sebuah media nasional tentang eco fashion, saya sempat ditanya oleh sang jurnalis, “Lalu, produk – produk eco fashion apa yang sudah anda miliki dan gunakan dalam keseharian anda?”

“Maksudnya?” Saya bertanya dengan bingung.

Ia menjawab “Ya misalnya membeli karya perancang yang dibuat dari bahan daur ulang mungkin?”

Saya pun menjawab dengan datar, “Tujuan dan ide utama dari eco fashion adalah mengurangi segala jenis konsumsi yg kita lakukan untuk hal – hal yg sebetulnya tidak kita butuhkan. Menggunakan bahan – bahan yg masih bisa dipakai untuk mengurangi pemborosan energi, pemorosan bahan, pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Jadi, apa yang saya kurangi kalau saya membeli sesuatu yang baru lagi? Apa yang sudah saya miliki itulah yang saya gunakan dan saya optimalkan.”

Tidak bisa disalahkan, sebagian besar orang mungkin memang memahami eco dan organic fashion dengan cara yg berbeda. Ada banyak orang yg saya kenal dan dengan bangganya mengatakan, “Kaos ini beli di butik A di mall B yg mengusung green fashion itu lho.” dan saya tidak bisa menyalahkan mereka. Karena bagaimanapun memang lebih baik membeli produk eco dibandingkan tidak sama sekali. Tapi sebagaimana jawaban saya tadi, ide utama dari eco fashion adalah menggunakan apa yang sudah ada, yang masih bisa dioptimalkan, sehingga lifetime value nya menjadi lebih berlipat ganda.

Sehingga, meskipun saya tahu bahwa tidak semua orang hrus betul – betul memahami dan tertarik untuk perduli tentang alasan yg sebenarnya, paling tidak bagi anda yang memang betul – betul perduli, anda tahu apa yg paling pertama dan paling mudah untuk dilakukan.

Kalau anda berencana untuk mengganti semua produk yang anda miliki dengan produk yang merupakan eco dan organic produk, jangan lakukan itu! Menambahkan dan mengganti produk – produk yang masih bisa anda pakai sama sekali tidak membantu. Jauh lebih baik apabila anda bisa memperpanjang jangka waktu penggunaan dengan mengoptimalkan dan mendaur ulang cara dan daya guna dari sebuah produk tersebut. Dan nantinya apabila produk – produk tersebut sudah tidak bisa lagi anda gunakan, barulah anda bisa memilih untuk membeli produk – produk yang memiliki daya guna, fungsi, dan tingkat fleksibilitas tinggi terhadap lingkungan, yaitu produk2 eco dan organic fashion tersebut.

Mungkin memang tidak salah untuk mengatakan bahwa eco dan organic fashion hanyalah trend yang sedang mewabah dan banyak yang menjadi latah akannya tanpa memahami idenya. Namun tidak bijak juga apabila menyamaratakan semua perusahaan dan produk – produk yang benar – benar mengusung ide tersebut untuk sebuah keadaan yang lebih baik.

Yang terbaik adalah mendukung dengan memahami sepenuhnya akan tujuan dari semua hal tersebut dan melakukan yang terbaik yang kita bisa, dari hal – hal yang terkecil. (Saya akan coba bahas tentang apa yg saya pikir bisa kita lakukan di awal, di artikel selanjutnya.)

Pic: misslovely.com

0
Average: 5 (2 votes)

Comments

FrenZy's picture

setuju. sebenarnya eco itu

5

setuju. sebenarnya eco itu adalah kesadaran, bukan hanya membeli barang-barang yang bertema eco fashion dan organic. kalau ditilik dari trend tas Anya Hindmarch tempo hari, sepertinya sekadar trend, walau ada segelintir yang benar-benar peduli pada konsep di baliknya. diperkukuh lagi dengan banyaknya orang yang menenteng tas tersebut dengan bangga, tapi tasnya tas KW..

sepertinya, mungkin lebih baik jika media dan brand justru mengusung tema eco fashion melalui event yang mengajak pembaca dan konsumer untuk beraksi.

GekMas's picture

Kalo disini aplikasi konsumsi

Kalo disini aplikasi konsumsi ECO sudah diterapkan dlm hal-hal seperti tas belanja (seperti di foto terlampir diatas), yang tidak lagi menggunakan tas plastik maupun tas kertas lagi. Tapi diarahkan untuk menggunakan tas belanja yang tidak sekali pakai (baik bahan kain, atau pun bahan recycled). Berbeda dengan cara berbelanja di Asia, disini setiap kantong belanja harus dibeli (seperti di makro dulu). Jadi masyarakat sini terbiasa untuk 'berbekalkan' tas belanja dari rumah. ;) Dengan begitu kita tidak perlu lagi membeli tas/kantong setiap kali berbelanja, dan otomatis kita sudah berpartisipasi dlm penyelamatan lingkungan (ECO) bukan?

vilia's picture

Yup itu solusi yg bagus

Yup itu solusi yg bagus banget emang. Gemanapun yg paling baik adalah bisa digunakan berkali - kali nya. Sebetulnya kalau pakai kantong plastik supermarket tapi bisa dipakai berkali - kali dan digunakan sebaik - baiknya, juga bagus. Enggak perlu membeli produk lain sebagai tambahan konsumsi, melainkan medayagunakan apa yg sudah ada menjadi lebih berfungsi.

syaiful's picture

To mba vilia\ saya tengah

To mba vilia\
saya tengah nulis juga ttg ethical fashion/eco fashion untuk majalah Greeners (tempat saya bekerja), kalau boleh mau minta waktu untuk interview mba. mohon balasan melalui email saya: syaiful@greenersmagz.com

terima kasih

nadiya_m85's picture

vil, kalo di bilang dengan

5

vil, kalo di bilang dengan ngurangi pemakaian apa gak sulit?
bukannya fashion itu sarat dengan budaya konsumtif?