![]() | Hi guest |
Tadinya ingin membahas sedikit tentang seminar Trend Forcast Spring Summer 2008 dari Carlins yang saya hadiri waktu itu. Tetapi waktu sedang membuka blog pribadi saya, tiba - tiba saya menemukan artikel yang sudah menggambarkan dengan jelas apa yg ingin saya gambarkan sekarang ini. Artikel ini sebetulnya sudah saya tulis sejak 3 July 2006, lebih dari setahun yang lalu, tapi intinya masih tetap berlaku walaupun mungkin kurang detail.
Tadi sore sewaktu membuka e-mail, ada e-invitation dari WGSN untuk hadir ke acara cocktail drink dan mini seminar-nya di Hong Kong pertengahan bulan ini, yang akan membahas tentang fashion trend and fashion forecast selama beberapa season ke depan.
Sebenarnya cukup menarik, karena di sana seharusnya akan berkumpul ratusan atau mungkin ribuan pelaku dan pekerja fashion, mulai dari tingkatan stylist, designer, forecaster, sampai merchandiser, buyer, bahkan produsen dan para manufacturer kelas dunia, karena client perusahaan itu adalah perusahaan fashion kelas dunia. Tapi karena saya sendiri belum menghubungi pihak mereka, maka saya belum tahu jelas akan sebesar apa acaranya, dan tidak bisa memastikan apakah akan dibuat sebagai pertemuan atau seminar secara internasional, atau khusus untuk daerah Asia saja. Acara itu sendiri dikhususkan untuk member dengan restriction invitation only.
Selain kesempatan memperbesar jalur networking secara internasional, tentu saja yang paling menarik adalah seminar forecasting dan sistem yang akan digunakan itu. Hal ini disebabkan, selain forecasting itu adalah topik utama bahasan seminarnya, juga dikarenakan segala hal tentang fashion forecasting ini sendiri masih awam di Indonesia. Mungkin beberapa perusahaan multinasional dan internasional sudah menggunakannya, tetapi sejauh yang saya tahu, perusahaan – perusahaan lokal belum menggunakannya, dan bahkan tidak familiar sama sekali dengan sistem forecast, ataupun profesi sebagai fashion forecaster.
Selama ini kebanyakan pelaku fashion lokal, baik berupa apparel, bedding, interior, maupun dari pihak manufacturer, designer, buyer, media dan lainnya, kebanyakan mengambil informasi mengenai fashion dari luar negeri. Mari kita persempit topik bahasan menjadi khusus untuk bidang dan industri fashion apparel. Pernahkah anda berpikir, darimana orang – orang luar negeri itu mendapatkan informasi lebih cepat mengenai trend – trend terbaru yang akan digemari di seluruh dunia? Atau bagaimanakah rumah mode – rumah mode di seluruh Eropa bisa bergabung secara seragam mengusung Victorian style?
Bagaimana para desainer dunia bisa beramai – ramai bersatu padu menggunakan elemen batu Turquoise sebagai aksesoris, elemen fashion, dan lainnya? Bagaimana kumpulan atau persatuan fashion di Eropa sana bisa dengan tepat menyelaraskan proses produksi kain – kain bermotif vintage dengan gaya retro vintage atau classic vintage yang berbarengan dengan minat dan gaya desainer – desainer untuk mengusung gaya vintage secara mendunia?
Atau mungkin yang paling mudah adalah, bagaimana para desainer dan rumah mode dunia bisa menciptakan dan mempersiapkan trend dan sample – sample fashion runway untuk Spring-Summer 07 padahal sekarang ini baru saja Spring – Summer 06? Bagaimana mereka bisa mengetahui bahwa model – model itu akan diminati di seluruh dunia, dan sambutan customer akan sangat baik terhadap semua itu?
Karena trend? Betul. Tapi trend tidak datang bersama angin. Trend datang bersama kerjasama yang baik untuk mempopulerkan sesuatu. Sesuatu bisa disebut trend karena banyak peminatnya, banyak pemakainya, dapat terlihat di mana – mana, oleh karenanya baru bisa dikatakan sebagai trend. Mungkin para komunitas indie akan menyebutnya mass taste. Dan ya, itu berarti pasaran. Tapi memang begitulah trend itu tercipta.
Dan bagaimana menentukan trend? Di sinilah fungsi forecasting. Dan di sinilah fungsi perusahaan – perusahaan forecasting. Sebagaimana arti sebenarnya, forecasting berarti: tell in advance (what is likely to happen) – Oxford Dictionary, yang berarti memprediksikan atau memberitahukan sejak awal apa yang akan terjadi. Jadi fashion forecasting berarti memprediksikan atau memberi informasi akan sesuatu yang akan menjadi trend atau digemari di masa yang akan datang.
Informasi akan sesuatu itu bisa berupa trend warna yang akan disukai pada musim tertentu, trend kain dan motif yang disukai, trend style tertentu, dan lain sebagainya. Kedengarannya mudah, tapi anda akan kaget apabila mengetahui betapa rumitnya itu semua. Mungkin untuk memperjelas, menentukan trend nya itu sendiri memang cukup mudah, tetapi memastikan bahwa trend itu yang benar – benar akan menjadi trend dan LARIS MANIS, itu yang saya yakin anda semua setuju, tidak mudah.
Kebanyakan orang mengira bahwa trend dan segala sesuatu tentang fashion adalah berasal dari desainer. Dan kebanyakan memperkirakan bahwa desainer lah yang menentukan segala hal mulai dari warna, jenis kain, pemilihan kain, hingga selera pasar, dll. Apabila satu rumah mode, satu brand, atau satu desainer menjadi favorit dunia, maka itu adalah kehebatan sang desainer. Memang tidak dipungkiri, kepiawaian sang desainer sangat penting dalam sebuah karya. Tetapi di balik semua itu, untuk proses sebuah perusahaan berskala besar, peran desainer hanyalah satu bagian kecil dari keseluruhan proses.
Memang, biasanya para desainer lulusan sekolah mode sudah dibekali dan diajarkan bagaimana untuk melakukan forecasting yang paling dasar. Minimal biasanya diajarkan bagaimana memprediksikan trend hingga untuk satu season ke depan. Yang paling umum, saat musim sekarang adalah Spring – Summer, maka desainer seharusnya sudah bisa memprediksikan trend untuk Fall – Winter di tahun yang sama, karena apabila desainer telah atau berniat untuk melakukan transaksi secara global, maka sample – sample untuk satu musim di depan sudah harus dikirimkan kepada agen- agen, buyer butik, dan buyer dari dept.store, sejak satu musim sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi proses produksi yang biasanya memakan waktu 3 - 4 bulan untuk satu koleksi hingga siap dipajang di toko atau butik. Belum lagi apabila koleksi tersebut harus dikirimkan ke luar negeri yang tentu memerlukan waktu pengiriman sekitar 1-2 minggu melalui udara atau 1-1,5 bulan melalui laut.
Namun apabila kita berbicara mengenai perusahaan fashion besar, multinasional, rumah mode internasional, dengan ratusan atau bahkan ribuan cabang yang tersebar di seluruh dunia, prediksi satu musim ke depan saja tentu tidak akan berguna. Dengan skala resiko yang besar, perusahaan harus memastikan bahwa apa yang mereka produksi, apa yang mereka jual, apa yang mereka tawarkan, akan dilahap habis oleh para customer. Perusahaan – perusahaan itu juga harus memastikan bahwa koleksi mereka untuk musim ini akan memiliki benang merah dengan koleksi musim depan, dan begitu seterusnya. Dengan begitu, dalam setiap perpindahan musim, kain – kain dan motif – motif yang telah digunakan masih bisa digunakan kembali dengan pengaplikasian yang berbeda.
Hal ini juga dilakukan untuk memastikan agar customer terus kembali dan membeli produk mereka dikarenakan sebuah alasan “eh, yg ini cocok tuh sama yg waktu itu aku beli di sini”.., anda tentu sangat familiar dengan kalimat itu bukan? Dan tanpa sadar tahu – tahu anda sudah menjadi salah satu customer loyal brand atau desainer tertentu hanya karena anda selalu bisa menemukan padanan untuk produk yang telah anda miliki sebelumnya.
Jadi setelah sepanjang ini, siapa pemain di belakang layar yang memiliki sumbangsih yang besar selain desainer? Dan apa hubungannya dengan forecasting yang dibahas di awal? Jawabannya adalah rangkuman dari dua pertanyaan tersebut. Perusahaan forecast atau para fashion forecaster lah yang berperan besar dalam semua itu.
Pabrik kain perlu mengetahui warna – warna apa yang akan menjadi trend, dan motif bagaimana yang akan disukai para desainer dan pabrik pakaian. Pabrik pakaian dan para desainer perlu mengetahui bagaimana selera konsumen dan trend yang akan sukses di pasaran. Para buyer dan merchandiser perlu mengetahui produk – produk seperti apa yang akan membuat penjualan di butik , toko, atau dept. store mereka meningkat, serta produk – produk seperti apa yang akan dan perlu untuk di stock. Para konsumen perlu mengetahui trend – trend apa yang akan heboh di musim ini, termasuk rancangan dan style seperti apa yang akan menjadi favorit. Sekarang anda mengerti mengapa forecaster itu berperan besar?
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mereka melakukannya? Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan sekaligus menjelaskan pernyataan sebelumnya tentang 'memastikan trend tersebut laris manis, itu yang sulit'.
Para forecaster yang bergabung dengan perusahaan forecaster itu, menganalisa semua informasi tentang fashion apparel yang ada di muka bumi ini. Ini apabila fokus mereka adalah secara internasional. Biasanya terbagi lagi secara regional misalnya trend di Eropa, di US, di Asia Tenggara, dan lainnya tergantung bagaimana pembagian mereka. Dan dari sini dibagi – bagi lagi menjadi trend setiap kotanya, misalnya trend di Jakarta dan Bandung tentu berbeda, lalu dianalisa lagi melalui ras, golongan, dan sebagainya. Kemudian mereka juga mengumpulkan informasi fashion show dari seluruh dunia, majalah, rekap penjualan dari dept. store – dept. store terkemuka, website- website fashion dunia, dan sebagainya. Dari sini mereka bisa menganalisa apa yang tinggi penjualannya dan apa yang tidak. Apa yang disukai oleh masyarakat daerah ini dan apa yang tidak. Dan dengan pengumpulan data selama bertahun – tahun, bisa dianalisa siklus perputaran mode beserta perubahan – perubahan yang mendominasi untuk tahun berikutnya.
Mereka juga mengumpulkan para fashion talent yang selalu mencari tahu style – style original dari masyarakat daerah tertentu. Mereka menganalisa perubahan masyarakat, pandangan sosial, kultur, dan lainnya. Hal ini dilakukan secara terus menerus dan berkala, hingga mereka menemukan suatu formulasi untuk menentukan trend yang akan datang secara garis besar, dan sisanya merupakan adaptasi mereka terhadap apa yang sedang bergulir dan berlaku secara sosial dalam masyarakat. Jadi secara garis besar dan sebagai permukaan yang paling luar, para fashion forecaster melakukan analisa fashion berdasarkan data – data fashion secara personal, sosial, culture, demographic, sosiographic, dan geographic yang terus menerus di update, berikut memperkirakan dan menilai segala gejala fashion yang akan berubah sewaktu – waktu.
Dengan begitu, apabila ada sebuah perusahaan Indonesia misalnya, yang ingin membuka usahanya di Dubai atau di London, mereka dapat menggunakan jasa perusahaan (atau perseorangan) fashion forecaster ini untuk memperkirakan produk – produk apa yang sebaiknya dijual di Dubai, dan selera orang – orang di sana seperti apa, sistem penjualan seperti apa yang harus digunakan dan lainnya. Perusahaan forecaster yang bagus biasanya disertai dengan divisi marketing strategy nya, di mana mereka juga bisa memprediksikan strategi terbaik yang bisa digunakan untuk setiap daerah dan komunitas tertentu.
Sampai di sini, saya rasa anda sudah bisa mengerti mengapa saya katakan semua ini tidak semudah apa yang terlihat. Ada banyak research yang dilakukan, ada banyak profesional di bidangnya yang dilibatkan, dan ada banyak elemen yang dipakai untuk menentukan sesuatu menjadi berhasil dan menjadi trend. Dan forecasting itu jelas sesuatu yang jauh lebih penting daripada sekedar “trend musim depan warna – warna carnaval”, karena melibatkan keseluruhan industri yang ada.
Sebagian dari anda yang mungkin bergerak di bidang fashion skala kecil atau menengah mungkin akan berkata, “Ah itu kan untuk skala besar, kalau skala kecil seperti saya mah ga usah pake begitu-begituan deh”. Bahkan ada seorang teman saya yang berprofesi sebagai seorang desainer yang menanyakan “Memang forecasting doank berguna?” dan saya katakan, “Tunggu sampai kamu melihat angka – angka biru di pembukuan kamu yang merupakan angka – angka hasil dari penghematan stock barang yang salah dan berlebihan, pemasukan dari penjualan yang berputar dengan cepat karena prediksi fashion yang benar, cashflow yang sehat, dan jumlah customer loyal yang datang dan bertambah karena merasa cocok dengan style fashion yang kamu tawarkan. Dan saat itu saya ingin menanyakan kembali apakah fashion forecasting itu tidak berguna?”
Tentu saja untuk usaha skala kecil dan menengah tidak perlu lah mempekerjakan perusahaan forecaster, karena biaya yang dikeluarkan tidak akan tanggung – tanggung. Tapi cukuplah mempekerjakan seorang forecaster atau team forecaster yang memiliki kemampuan di bidangnya secara profesional. Atau apabila anda memang betul – betul bergerak di skala kecil dan budget anda sangat pas, usahakan untuk melakukan forecasting sendiri minimal untuk satu musim ke depan. Caranya? Kumpulkan majalah dan informasi fashion sebanyak mungkin. Walaupun mungkin forecasting anda tidak 99% akurat, tapi minimal 50% akurat pasti bisa. Dan saya sangat yakin 50% akurasi dalam forecast anda, sudah akan sangat membantu cashflow usaha fashion anda.
Apabila anda masih penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan fashion forecasting yang memiliki 99% akurasi, maka bayangkanlah sebuah brand ternama yang bisa anda ingat, yang memiliki ratusan cabang di seluruh dunia, menjual produk pakaian dengan harga yang termasuk kategori barang mewah. Tidak tidak, jangan pikirkan mengenai pemasukannya, tetapi pikirkan mengenai berapa besar tax yang harus dibayarkannya, kemudian berapa besar pemasukan negaranya dari devisa dan tax yang dibayarkan oleh satu brand itu. Sudah terbayang? Sekarang kalikan dengan seratus saja. Sebagaimana satu negara memiliki seratus brand seperti itu. Sudah terbayang? Itulah hasil dari 99% akurasi: Perancis- kiblat fashion dunia. (VC/MS/DW/JKT/UK/PRS-HMTP0976) - Simplight.NET
Comments
kira2 accuracy paling tinggi
kira2 accuracy paling tinggi dari forecasting di industri fashion brapa persen siy?
kyknya aku rasa 80% udah cukup bagus..ya ga siy..
secara aku jg bergaul dgn yang namanya forecasting,walopun beda industri, kyknya aku rasa forecasting itu cukup rumit,utk industri apapun..apalagi industri fashion, yang kerumitannya cukup tinggi..
hebat yah emang klo bisa punya brand fashion sendiri yang udah bisa mendunia..
Sebetulnya forecasting untuk
Sebetulnya forecasting untuk apapun sebetulnya prinsipnya sama, bergantung dari tingkat akurasi data sebelumnya, digabungkan dengan naluri dan kemampuan untuk memprediksi data yang akan datang. Jadi semakin bagus data masa lampaunya, semakin tinggi akurasinya.
80% udah cukup bagus, tapi aku pernah juga ketemu yg 95% akuratnya, dan itu amat sangat bagus hasilnya.
Iya, forecasting itu gampang2 susah. Karena rumitnya data yg harus diolah membuat rumit juga proses yang harus dilakukan, apalagi kalau areanya menyebar luas.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
kalo saya boleh ralat dan
kalo saya boleh ralat dan tambahkan proses dari fashion forecasting ini. kebetulan profesi saya sbg. fashion forecaster di New York utk. perusahaan retail ternama di U.S.
ok, pertama tulisan tentang fashion forecasting terlalu panjang, beberapa (sekitar 4 atau 5) paragraph bisa disingkat menjadi satu. kebetulan say juga nulis dan punya blog sendiri. luthfimentary.blogspot.com you guys can check it out.
kalau saya bisa jelaskan proses forcasting. secara teori atau secara old fashion, para forecaster atau designer itu menyimak koleksi haute couture dari season sebelumnya. misalnya untuk sekarang ini kebetulan say baru mulai mengerjakan season spring summer 2011, nah kita menyimak betul2 koleksi haute couture dari fall 2009. dari warna (yg paling penting di dunia fashion), bahan/textile, print, pattern, details sampai pada accessories sperti kancing, tassel dan lain sebagainya.
juga kita memperhatikan koleksi runway dari designer2 eropa (paris, london, milan), amerika (new york) dan tokyo. kota-kota tersebut yg mempunyai pengaruh kuat di dunia fashion.
selain itu kita juga harus benar benar jeli akan pop culture. misalnya film (dan classic hingga yg paling baru), music, restaurant, architect, environment, food, wine, technology, hingga tingkah laku para celebrities. oleh karenanya sbg. fashion forecaster kita harus benar benar peka dan cepat tanggap aan apa yg terjadi. dari unsur pop culture tadi kita bisa terik beberapa yg dapat mendukung dari trend story yang akan kita berikan kepada designers, buyers, dan creative directors lainnya.
kita sbg fashion forecaster juga di tuntut untuk turun ke market. melihat dan memperhatikan kecenderungan, keinginan, dan keperluan masyarakat. kenapa mereka tertarik utk. membeli barang itu.
dari semua unsur unsur tersebut diatas, kita rangkai dalam beberapa trend story. biasanya dalam setiap season atau musim kita menciptakan 5 atau 6 trend story. misalnya romantic, country, greek goddess, military, dan preppy tailor. dari tahun ke tahun trend hanya akan berputar berkisar 8 trend story. itu itu aja, hanya saja di tweak misalnya romantic utk spring 2009 dibuat lebih ke arah feminine tapi bukan girly more womanly. next season romantic itu berubah menjadi french romance misalnya. tapi semua unsur didalamnya totally berubah. textile/fabric nya berubah, warna berubah etc. etc.
dari 5 atau 6 trend story yg kita sodorkan ke designers, buyers, dan creative director. mereka bisa ambil cuman 4 atau 5 atau bahkan semuanya. oleh mereka akan di aplikasikan sesuai dengan kebutuhan masing2.
dari proses pertama hingga akhir tentunya saya juga memiliki instinct atau intuisi yang kuat. oleh karenanya selama beberapa tahun bekerja sebagai fashion forecaster di perusahaan retail ternama di amerika, kebetulan trend story yg saya berikan atau kontribusikan ke perusahaan tidak pernah gagal atau salah prediksi.
mudah2an comment saya bisa jadi bahan masukan bagi penulis blog ini juga pembaca lainnya.
thanks
TFS ya Moomba515 :). Care to
TFS ya Moomba515 :). Care to introduce yourself?
Btw kalau enggak keberatan, kamu forecaster untuk prush apa say? Mungkin kita bisa share something in future :)
Menarik untuk melihat pengalaman dan sistem yang digunakan orang lain dalam pekerjaan mereka :)
Tentang blog mu, I've checked it out and again, it is interesting and inspiring :) TFS ya.
Wah artikel ini sudah lama sekali ya. Oh ya, ada yang mau saya lengkapi juga untuk artikel ini, yaitu untuk fashion forecasting sekarang ini, banyak perusahaan besar yang justru lebih mengandalkan survey dari orang - orang dan client - client besar yang berhubungan dengan dunia fashion itu sendiri daripada berdasarkan para trend hunter. Sekarang ini posisi trend hunter lebih banyak mengulas original ideas and lifestyle spot. Bahkan ada perusahaan forecaster ternama yang membuka situs khusus untuk semua orang di dunia yang mau menjadi trend hunternya dengan imbalan hadiah bulanan atau mingguan untuk setiap ide orisinal yg terpakai. Jadi, bisa dikatakan semakin besar jaringan yang ada, semakin banyak survey dan informasi yang masuk, semakin baik hasilnya.
Tentang masa survey, biasanya apabila kita menyusun untuk tahun 2011, maka analisa yang diambil bukan hanya berdasarkan tahun 2008 atau 2009, melainkan dibuat cross trend, seperti misalnya analisa tahun 2007 - 2009 dan tahun 1960 - 1980. Kemudian dilihat juga berdasarkan celebrity2 yg berpengaruh serta trend yg mereka usung, dikombinasikan dengan hasil survey tentang warna - warna favorit serta style - style favorit.
Biasanya twist - twist yang dilakukan lebih kepada detail - detail seperti bentuk rok, bentuk kerah, bentuk lengan baju, dll, yang nantinya disesuaikan dengan karakter brand pengguna. Untuk satu season, biasanya untuk satu section dibagi 3 jenis forecast. Misalnya section pakaian wanita, dibagi fiber forecast, color forecast, dan trend forecast. Sehingga hasil forecast tersebut bukan hanya digunakan oleh desainer atau perusahaan retail, melainkan juga perusahaan textile, perusahaan kimia seperti colouring dept, dll. Forecast ini juga meliputi section untuk pakaian pria, pakaian formal, non formal, pakaian anak - anak, pakaian renang, dll.
Sekarang ini, hingga home ware dan interior company pun menggunakan forecast dengan sistem yang sama. :) Namun untuk yang tidak memiliki perusahaan besar, misalnya hanya memiliki usaha kecil, butik, dll..jangan takut. Anda bisa melakukan forecast sendiri. Yang paling pertama, penting, dan mudah dilakukan adalah survey pelanggan anda. Tanya warna - warna favorit mereka yang kira - kira akan mereka inginkan di masa mendatang. Tanya style yang mereka sukai, dan apa yang sedang mereka cari. dari sana bisa anda cocokkan dengan data stock selama ini, apakah cocok dengan stock2 yang anda jual. Setelah itu, anda bisa mengisi stock anda dengan style, color, dan material yg sesuai dengan yang mereka inginkan.
Untuk jenis usaha yg lebih kecil, memang lebih mudah dilakukan karena lebih fleksibel dan waktu rotasi stock ataupun waktu perputaran trend nya lebih cepat.
Semoga berguna :)
Salam kenal.. Sedikit
Salam kenal..
Sedikit pertanyaan, tp sdikit penting bwat saya.
Ramai2 org membicarakan tentang fenomena global warming. Kalau tema tsb, alam dan teman2nya diaplikasikan dlm koleksi busana, ramai2 pula para designer memproklamirkan fashion eco-friendly. Which is sepertinya sangat mahal & kompleks utk diaplikasikan oleh para desainer lokal, independent pula. Jadi fashion ec0-friendly versi yg seperti apa yg bisa kita aplikasi dengan sederhana..
thx..
Salam kenal juga Yufie. Wah
Salam kenal juga Yufie.
Wah pertanyaan yang bagus. :) Memang benar kalau sebuah koleksi dibuat secara eco friendly, cost nya lebih besar daripada yang biasa. Pertama, mulai dari penanaman tumbuhan kapas yang dilakukan tanpa pestisida, kontrol kualitas, dan lainnya sudah membuat harga menjadi lebih tinggi. Ditambah proses produksi yang serba natural, tentunya jauh lebih tinggi costnya dibandingkan tidak secara eco friendly. Namun hal tersebut Memang sedang menjadi perhatian dunia dan layak untuk diperjuangkan demi kepentingan bersama.
Cara termudah untuk ber-fashion secara eco friendly adalah dengan menggunakan eco fashion itu sendiri. Misalnya dengan mendaur ulang pakaian lama menjadi pakaian baru. Menggabungkan dua t-shirt menjadi satu dengan style yang berbeda. Menambah guna produk yang sudah lama dan tidak terpakai. Itu cara yang paling mudah dan paling murah, yaitu dengan menggunakan kreatifitas masing - masing.
Di UK dan US sudah dikenal profesi sebagai T-shirt Architect, di mana mereka bekerja untuk merombak dan merancang ulang t-shirt bekas. Apabila Yufie pernah mengetahui show bernama Diva on a Dime (dulu di JakTV, skrg entah masih ada atau tidak. Mungkin bisa cari di YouTube), Yufie bisa lihat betapa pakaian bekas bisa di daur ulang menjadi begitu bagusnya.
Untuk para desainer lokal, adalah dengan memperhatikan packaging produk. Sebagai salah satu pemilik usaha fashion, saya sendiri mendapatkan kendala dari segi packaging produk pengganti plastik, dan masih mencari solusi terbaiknya.
Selain itu, tentunya Yufie mungkin bisa menggunakan bahan - bahan daur ulang pada koleksi Yufie. Seperti contohnya penggunaan tutup botol, seperti yg ditampilkan di beberapa artikel di bawah ini:
I Am a Plactic Bag!
Green is Glam
Recycled Jewel
a(more) Bottle Cap(s)
Ecoist - The Fashionable and Eco Friendly Bag
Untuk artikel penjelasan tambahan tentang green and eco fashion, bisa di lihat di : Organic dan Eco Fashion
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
hai, berbicara tentang eco
hai,
berbicara tentang eco fashion, aku meneruskan pertanyaan dari yufie nie...
apakah memungkinkan tidak tema seperti eco fashion itu dijadikan suatu tema tuk di jadikan koleksi, apakah dari segi fabric, design, colour yang bisa dijadikan panutan atau mewakili si tema tersebut.
Sebenarnya tema eco fashion inie awalnya dari idenya dari mengangkat tema dunia global warming. Apakah bisa dijadikan suatu koleksi pakaian...
best regrads,
reika
Hi juga Rika. :) Menurut
Hi juga Rika. :)
Menurut saya pribadi, sangat mungkin untuk menjadikan eco fashion sebagai suatu tema tertentu dalam sebuah koleksi. Baik dari segi fabric, design, color, maupun secara keseluruhan hingga ke aspek terpenting yaitu fungsinya.
Desainer Indonesia, Ramadani sudah menggunakan batik daur ulang yang di proses secara eco fashion untuk salah satu koleksinya beberapa waktu yang lalu.
Untuk tema, tema global warming sendiri sudah merupakan suatu tema yang sangat kuat dan sangat dikenal luas. Tinggal bagaimana mengintepretasikannya dengan kreativitas dalam bentuk produk fashion yang mampu meningkatkan awareness sekaligus berfungsi sebagai pendukung dari eco fashion itu sendiri.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ngobrol banyak dengan beberapa desainer luar dan desainer lokal, maupun pengembang - pengembang industri di event Bali Fashion Week VII, dan saya sependapat dengan mereka: kebanyakan desainer dan industri mode sekarang ini terlalu mementingkan desain dan packaging serta menjual mimpi dan ilusi, tanpa memperhatikan fungsionalitasnya. Padahal aspek utama yang harus diusung adalah fungsionalitas itu sendiri, karena implementasi setiap ide baru akan bisa berarti saat itu berfungsi dengan sebagaimana mestinya.
Jadi, jangan lupakan sisi fungsi terutama untuk eco fashion ini, karena yang dibutuhkan adalah tindakan nyata, bukan sekedar idealisme yang di komersialisasi. :) Itu menurut saya pribadi. Yang lain mungkin ada masukan yg lainnya?
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
Ternyata bukan hanya bisnis
Ternyata bukan hanya bisnis yang butuh forecasting ya. Fashion juga butuh forecasting. Thx for sharing, Vil. Jadi dapat informasi berguna. Sering - sering ya buat artikel seperti ini, supaya kita dapat info yang berguna untuk menambah wawasan di seputar industrinya sendiri. Kalau sekedar info fashion biasa kan di majalah juga banyak.
Saya kurang mengerti tentang eco fashion, tapi rasanya itu adalah hal yang penting untuk diwujudkan.
Menurut saya, hampir semua
Menurut saya, hampir semua aspek dalam hidup ini membutuhkan forecasting, Enrico. Hanya saja namanya berbeda - beda.
Dalam bidang olahraga dikenal pendataan profil atlit baik dari segi kemampuan, kekurangan, teknik, dan lainnya. Di bidang politik dan kenegaraan dikenal sejarah yang berguna untuk mengetahui fakta, reaksi, sikap, dan berbagai hal penting lainnya. Di bidang kedokteran dikenal data riwayat pasien yang berguna untuk mencatat dan memprediksi kesehatan pasien.
Hampir semua bidang memilikinya dan menggunakannya. Terlebih lagi fashion yang termasuk bidang dengan pergerakan waktu yang sangat cepat. Prediksi fashion harus selalu minimum 2 season ke depan, dan maksimum 3 tahun ke depan. Kalau tidak ada forecasting, tidak ada fashion.
Sebetulnya eco fashion sedikit berbeda kebutuhan dan kepentingannya dengan fashion forecasting. Fashion forecasting bisa ditunda dan bisa dipersempit jarak waktunya, berguna untuk memprediksi dan memberikan gambaran masa depan.
Sementara eco fashion, sebetulnya sudah pada tahap harus dilakukan dan dicanangkan secara aktif, bukan lagi pada tahap prediksi maupun gambaran masa depan. Jangka waktunya tidak bisa diperluas atau dipersempit lagi, karena semua bagian di dunia ini sudah merasakan dampaknya.
Fashion termasuk industri besar yang menyebabkan pencemaran dengan tingkat cukup tinggi. Mulai dari proses penanaman bahan baku, proses pembuatan, pewarnaan, hingga produksi dan bahkan selama lifetime suatu produk (hitung saja berapa banyak deterjen dan air yang dihasilkan dari satu rumah tangga berisi 5 orang dan kalikan dengan jumlah penduduk dunia, dan itu berlangsung setiap hari), akan terus menghasilkan pencemaran ataupun limbah.
Jadi industri fashion memang seharusnya dan sepantasnya mengambil peran serta yang besar dalam tindakan meredam dan mengurangi panas global ini.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
hai vilia... ada sedikit
hai vilia...
ada sedikit pertanyaan...
kalo saya baca ...tentang fashion forecaster dan tugas2nya..
kayaknya hampir sama dengan fashion stylist...yah??? Kalo beda apa perbedaannya yah?
Kalo buat butik kecil mana yang lebih berperan fashion stylist atau forecaster selain dari designernya sendiri?
thank U
Nat, aku coba jawab ya.
Nat, aku coba jawab ya. Fashion forecaster beda tugasnya dengan fashion stylist.
Fashion stylist itu lebih ke bagaimana menciptakan suatu tampilan yang menarik untuk sosok dan tema tertentu. Jadi stylist itu kerjanya memadukan produk - produk yang ada, untuk dijadikan satu tampilan yg bagus dan sesuai dengan kepentingan styling tersebut.
Stylist juga beda - beda sebetulnya, misalnya:
- stylist untuk majalah atau photoshoot yang disebut fashion stylist
- stylist untuk image building and communication yang disebut personal stylist/ celebrity stylist/ corporate stylist/ dll
- stylist untuk display retail store dan sejenisnya biasanya disebut visual designer/ visual stylist/ window display stylist.
Skill untuk masing2 title juga berbeda, sesuai kebutuhan di scope tersebut. Umumnya keahlian yang harus dikuasai biasanya lebih ke struktur tubuh, struktur pakaian, kombinasi warna, style dan era fashion history, sedikit costume fashion, dan sedikit photography skill seperti angle, lighting, dan pose. Bisa make up and hair do basic is a plus.
Sedangkan fashion forecaster tugas utamanya adalah memprediksikan apa - apa yang akan menjadi pilihan dan kesukaan market di masa mendatang. Misalnya tren apa yang akan in, detail apa aja yang akan disukai, warna dan jenis bahan apa yang menjadi pilihan, dsb.
Keahlian utamanya biasanya lebih mencakup ke arah pengetahuan mendalam tentang history, tren, dan style fashion. Termasuk pengenalan material, warna, struktur, dan komposisi detil fashion termasuk pola, ilustrasi, dan styling. Tapi yg paling utama tentunya adalah kemampuan untuk membaca, mengenali dan menganalisa selera dan perilaku market dari database yang ada.
Jadi kalau fashion stylist itu mengkombinasikan apa yang ada dan menyuguhkannya kepada kita, fashion forecaster itu tugasnya memprediksi bentuk ciptaan yang akan digunakan untuk disuguhkan nantinya itu. Fashion forecaster membantu fashion designer pada proses pembuatan dan desain, stylist membantu fashion designer setelah produk jadi dan siap dipasarkan.
Kalau fashion stylist sering kita lihat berlari ke sana ke mari untuk memadukan produk dan berkarya, fashion forecaster justru lebih banyak berada di belakang meja dan tumpukan data.
Kira2 gitu gambaran singkatnya, Nat. Nanti aku coba display beberapa contoh kerjaan fashion forecasting dan fashion styling yg pernah aku buat sebagai gambaran ya :). Nanti artikel ini aku pisah juga untuk memudahkan yg lain mencari.
Kalau pentingan mana, menurut aku sih keduanya penting, karena keduanya memegang peranan cukup vital. Terutama di industri retail yg termasuk butik2 kecil tentunya. Forecast itu akan membantu si pemilik butik mengetahui produk2 apa saja yg akan in nantinya dan itu tentu membantu sekali untuk menentukan produk2 apa saja yg harus di stock. Dengan begitu perputaran uang atau cash flow nya juga bagus dan meminimalisasi stock mati.
Nah stylist tentunya akan membantu butik - butik tersebut untuk menciptakan image butik di mata para pelanggan dan sekaligus menciptakan keinginan untuk membeli produk2 yang di styling tersebut. Seringkali kita beli barang yang sebetulnya simple2, tapi waktu kita lihat di patung bagus sekali. Atau contoh lainnya produk2 Kate Moss di Top Shop yang kalau dilihat2 isinya hanya basic2 semua tapi waktu dia styling sendiri, hasilnya oke. Kira2 begitu :)
Kalau untuk butik kecil, mungkin yg bagus adalah punya styling yg kuat dan untuk fashion forecastnya serahkan pada yg bisa melakukan atau oursourcing aja dengan skala kecil tentunya. Karena butik kecil kan belum terlalu butuh info dalam skala detail.
Btw butik kecilnya juga harus dilihat lagi, apakah butik kecil itu butik yg punya in house designer dan mini production, atau butik yg hanya menyediakan produk2 yg dibeli dari supplier. Keduanya penanganannya beda.
Hehe kira2 gitu deh Nat. Moga2 cukup lengkap ya and ga bosen bacanya. Hahahaha.... Btw aku coba copy ini juga ke artikel tersendiri ya, biar gampang nyari.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
menarik banget site ini *aku
menarik banget site ini *aku baru gabung*
hehehehehe..
bole nggak dikasi langkah-langkah buat ngebikin forecasting fashion.soalnya setau aku kalo dikelas kuliah cuman diajarin forecasting angka aja (quantitative) nah kalo buat bikin forecasting qualitative gimana ni..hehehehehe..
trusssss..
membahas-bahas fashion stylist..
enaknya kalo mau jadi stylist skill yang dibutuhin itu apa ya?
sebaiknya ngambil pendidikan khusus ga ya?
thanks..
^^
Haha..thx for joining ya
Haha..thx for joining ya Stella! Moga2 enjoy n dapet banyak info n bisa bertukar pendapat ya. Hehehe....
Langkah2 bikin forecasting fashion itu mirip sebetulnya dengan forecasting angka, mulai dari memperhatikan data beberapa tahun terakhir, tren masa silam, siklus per periode, tren perilaku konsumen, tren industri, dll digabungkan dengan perkiraan beberapa tahun ke depan, tren industri dan perilaku konsumen masa skrg, pola pikir dan pola arus personal, dll.
Anyway, langkahnya sih mudah, yg susah itu justru memiliki pengetahuan yg besar tentang fashion dan mengasah kemampuan untuk bisa memprediksinya itu. Karena selain dari hasil survey, metode perkiraan dll, yg berperan cukup besar juga insting untuk memprediksi itu. Anyway forecasting fashion itu terdiri dari banyak bagian, ada forecast warna, style, tren, fabric, details, dll. Jadi lebih spesifik.
Kalo tentang untuk jadi stylist, sebetulnya tergantung stylist yg seperti apa sih. Kebanyakan stylist yg ada skrg yg penting punya sense of fashion yg bagus. Mengerti tren, styling, term dan jargon fashion, basic fotografi seperti layout, pose, komposisi, warna, cahaya, dll sudah cukup. Tapi kalau mau berkarir lebih profesional untuk jadi stylist, biasanya ada pengetahuan tambahan yg perlu diketahui. Misalnya branding personal, image concept, figure, color blend, basic sewing and fashion design, basic psychology, gesture, basic make up, costume design, basic fashion history, dan sejenisnya.
Btw stylist pun skrg dibagi2, ada celebrity stylist, company stylist, personal stylist, image branding stylist, dll. Bedanya cuma di arah fokusnya aja sih, dan biasanya fokus skill nya juga sedikit berbeda.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account