Bali Fashion week VII - Personal Opinion by Fe Huang

Kali ini adalah pendapat pribadi saya sebagai peserta pameran, perwakilan media, maupun sebagai individu tentang Bali Fashion Week VII.

Jika dilihat dari segi bisnisnya, sebagai salah satu peserta pameran Bali Fashion Week VII, saya merasakan kerugian yang cukup besar. Selama tiga hari pameran, boleh dibilang buyer yang benar-benar datang mengunjungi booth kami kurang lebih hanya 12 orang. Perbedaan besar dengan event pameran serupa di Jakarta yang selalu dipadati pengunjung dari pembukaan pameran hingga penutupan.

 

Dari segi pengalaman sebagai peserta pameran Bali Fashion Week, kami mendapatkan banyak sekali manfaat dan mendapatkan kenalan teman baru. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim panitia yang ramah dan selalu siap membantu dan menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Ini juga merupakan pertama kalinya saya mengikuti pameran, sehingga saya belajar banyak hal dari Vilia. Thank You, Vilia.

Juga kepada Ibu Ika yang telah membantu kami baik sebagai peserta pameran maupun sebagai pihak media. Ibu Ika memperkenalkan masing-masing booth kepada para tamu pada hari pertama, dan beliau juga tidak lupa menjelaskan tentang kami sebagai exhibitor After Midnite Bag, maupun sebagai perwakilan media dari Fasity.com.

Tanpa saya sadari dengan mengikuti event ini, kami telah berkenalan dengan banyak orang dan memperluas network kami. Dengan beberapa orang dari pihak media yang begitu ramah dan tidak keberatan berbagi pengalaman, seperti Mas Armand dan Miss Tomoko Oka. Saya mendapakan banyak informasi dari mereka ketika mereka menceritakan pengalaman pribadi mereka. Begitu kagumnya saya kepada Miss Tomoko Oka, sehingga ketika saya melihat diri saya, saya jadi berpikir, apa yang telah saya lakukan selama hidup saya.

Begitu juga dengan peserta pameran lainnya, mereka tidak ragu-ragu untuk bercerita maupun berbagi pengalaman mereka baik selama pameran maupun usaha mereka selama ini. Begitu kagumnya saya kepada pemikiran beberapa orang alasan mengapa mereka mengikuti Bali Fashion Week dan bagaimana mereka mencintai produk Indonesia. Jadi timbul satu pertanyaan kompleks, apa yang telah saya lakukan dan saya berikan untuk Indonesia melalui dunia fashion?

Saya juga salut melihat pihak berbagai media yang meliput acara fashion show. Kami harus duduk di tangga batu yang cukup keras dari sebelum fashion show dimulai untuk mendapatkan spot yang terbaik. Tetapi mereka cukup menikmati dan meliput acara. Fashion show yang diadakan di tempat terbuka cukup membuat saya dan Vilia kaget. Apalagi panggung benar-benar di samping pantai. Saya membayangkan apa yang terjadi pada koleksi-koleksi yang tertiup angin bercampur garam tersebut.

Tetapi, terus terang saja, fashion show di Bali Fashion Week membawa angin segar untuk saya. Biasanya fashion show di Jakarta sebagian besar di ruang tertutup seperti di hotel atau gedung-gedung. Dan biasanya acara selingan berupa konser musik. Tetapi di Bali Fashion Week selingannya sangat bervariatif dan mengagumkan. Seperti pertunjukan martial art capoeira, tarian dari Bali, tarian India dan pertunjukan musik dari Brazil. enar-benar menunjukkan fashion meets art, tema dari Bali Fashion VII.

Saya juga terkagum-kagum dengan karya-karya dari Jember Fashion Carnaval. Saya adalah salah satu peserta Concours International des Jeunes Createurs de Mode 3 tahun yang lalu. Pada saat itu saja, saya menganggap hasil karya-karya peserta Concours begitu menakjubkan. Ternyata karya-karya peserta JFC benar-benar luar biasa, dari detail dan segi kombinasi warna yang begitu pas. Yang paling berkesan bagi saya adalah karya yang mempergunakan gelas bekas minuman air mineral dan Chinese Opera.

Begitu banyak hal yang terjadi selama Bali Fashion Week VII, memperkaya pengetahuan saya baik dalam bisnis maupun sosial, membuka mata saya terhadap banyak hal, membuat saya lebih mengerti bagaimana menghadapi masing-masing orang, membuat saya bertambah dewasa. Senyuman dan sapaan yang tulus yang selalu saya dapatkan di Bali, membuat saya semakin menghargai setiap individu dengan tulus pula. Viva Bali Fashion Week!

0