Batik, Akankah Hanya Menjadi Satu Titik?
Akhirnya sore ini saya sempat juga mampir ke Inacraft. Itu pun setelah dipaksakan jalan karena baru teringat saat sudah jam 3 sore. Seperti biasa, Inacraft selalu luar biasa ramai dan karena hari ini hari terakhir, maka pengunjung pun membludak luar biasa. Pintu - pintu masuk utama ditutup dan semua mobil dialihkan arusnya ke arah pintu di bagian ujung. Saking penuhnya, mobil - mobil sampai mencari tempat parkir hingga ke tempat - tempat yang jauh dan berjalan kaki ke arah JHCC.
Batik Di Segala Pejuru
Seperti yang sudah bisa diduga, batik saat ini sedang sangat trendi, memiliki tempat khusus di Inacraft 2008 ini. Untuk produk batik dan perhiasan, disediakan satu hall khusus, yaitu hall A. Sejauh mata memandang, batik di mana - mana. Semua jenis pengrajin, model, dan penjual batik tumplek blek blek di sana.
Saya tentu sangat bersemangat. Selain saya menyukai batik, saya juga memang mengincar kain batik untuk produksi tas dan pakaian musim nanti. Yang saya incar tentunya para pengrajin batik dari luar daerah, karena mereka memiliki ciri khas masing - masing. Saya pun berputar keliling - keliling sambil melihat - lihat barangkali ada model baju - baju batik yang lucu.
Meskipun ada cukup banyak kain yang lucu dengan motif unik dan bahan yang bagus, namun sisanya terutama pakaiannya, membuat saya hanya mampu terbengong - bengong melihatnya. Mengapa? Karena sejauh mata memandang, dan sejauh yang saya perhatikan, hampir semua booth menjual pakaian batik dengan model dan motif yang mirip - mirip satu dengan lainnya!
Begitu - Begitu Saja
Memang, batik sedang in, dan tidak aneh kalau semuanya ingin menjual produk pakaian batik yang sudah jadi, tapi di sinilah letak kelemahan mental bangsa ini, yaitu kebiasaan meniru. Meniru model batik yang dipakai celeb, meniru desain batik karya perancang, meniru pola batik tertentu dan lainnya, hingga hampir semua toko yang saya lihat, model pakaian batiknya tidak jauh - jauh. Begitu - begitu saja.
Ini sebetulnya yang sangat disayangkan sekali. Padahal para pengrajin batik sudah terbiasa dengan motif dan potongan bahan, sudah terbiasa dengan pola dan susunan, tapi karena memaksakan mencontoh model yang sedang trend saat ini, mereka jadi tidak menonjolkan kekuatan permainan pola, warna, dan motif batik mereka sendiri. Seolah baju - baju yang ada yang penting terbuat dari batik saja. Tanpa memperdulikan bagaimana penyusunan warna yang lebih cantik, pola pakaian dan motif dikombinasikan, maupun detail apa yang bisa ditambahkan.
Pakaian yang seharusnya bisa tampil cantik dan mewah dengan perpaduan dan penyusunan yang tepat, jadi terlihat biasa saja dan murahan karena warna yang digunakan kurang matching, ataupun kain yang digunakan hanya sejenis untuk mengirit bahan. Pakaian yang seharusnya bisa menjadi unik dan seperti angin segar dengan menunjukkan segala perbedaan dan ciri kepribadian masing - masing, hampir tak ubahnya seperti seragam saja. Semua semata demi mendapatkan keuntungan sebanyak - banyaknya dengan mengikuti tren yang ada.
Mereka tidak sadar bahwa dengan begitu, mereka justru membantu mempercepat kematian batik itu sendiri. Kekuatan batik terletak pada sentuhan personalnya. Itu sebabnya batik tulis selalu lebih mahal dari batik cap, meskipun batik cap biasanya motifnya justru lebih sempurna. Kekuatan batik terletak pada perbedaan motif di masing - masing batik, dan hasil output yang unik dan berbeda untuk setiap individual. Jadi apabila batik diolah menjadi sama atau saling mirip satu dengan lainnya, maka nilai personal batik itu tidak akan memukau lagi.
Bukan Tentang Pendidikan
Sebagian orang mungkin akan mengatakan, ini adalah kelemahan para pengrajin, maupun para penjual retail tersebut, di mana kebanyakan dari mereka tidak memiliki background pendidikan fashion desain dan bahwa mereka hanya belajar dari pengalaman dan mengandalkan insting, sehingga hasil karya yang dibuat kurang kuat pada konsep desainnya.
Tapi menurut saya, ini bukan masalah keterbatasan pendidikan, melainkan masalah pemahaman secara keseluruhan dan masalah mental. Andaikan mental yang diutamakan adalah tentang mendapatkan kepuasan menciptakan sesuatu yang unik dan berbeda, tentu outputnya akan berberda dengan mental yang mengutamakan tentang bagaimana mendapatkan hasil penjualan yang sebesar- besarnya.
Istilahnya, kalau sekedar orang bodoh namun jujur dan kreatif, diajari sedikit pasti sudah bisa jadi pintar dan tidak akan sekedar puas dengan sesuatu yang sama ataupun sesuatu yang bukan desainnya sendiri. Dan kalau sekedar memastikan motif, pola dan kekuatan warna untuk menciptakan sesuatu yang unik, saya yakin insting para pengrajin dan penjual itu seharusnya bisa lebih baik dari itu. Tapi kalau mentalnya sudah inginnya mendapatkan keuntungan sebesar - besarnya untuk dirinya sendiri bagaimanapun caranya, maka meski sudah menjadi yang terpandai di bidangnya, kepandaiannya itu justru hanya akan digunakan untuk meniru yang lain secara sempurna.
Di sini saya tidak bermaksud menyalahkan para pengrajin atau para penjual yang barangnya mirip - mirip. Pun tidak bermaksud mengatakan bahwa usaha mereka untuk mencari keuntungan dari bisnis mereka adalah salah. Tidak sama sekali. Saya sangat mengerti bahwa sebuah bisnis haruslah menguntungkan baru dapat dikatakan sebagai sebuah bisnis.
Yang ingin saya tegaskan di sini adalah pemahaman tentang mengapa semua ini menjadi begitu penting. Mengapa orisinalitas dan perbedaan adalah sesuatu yang penting dan harus menjadi hal yang diutamakan. Dan mengapa budaya tiru - meniru harus kita hapuskan secara perlahan - lahan.
Moment dan Kesinambungan
Sekarang ini adalah sebuah moment yang sangat penting bagi, bukan saja industri mode dan batik, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. Apabila selama ini batik kurang diminati dan kurang dihargai di negeri sendiri, dan diperlukan banyak usaha dari semua pihak untuk menaikkan derajat batik, maka sekarang ini adalah saatnya di mana batik sedang betul - betul berada di atas angin. Semua orang menginginkan batik. Tidak perlu lah memperdulikan apakah mereka benar - benar mencintainya atau tidak. Yang pasti semua orang menginginkannya.
Dengan diminatinya batik, berarti permintaan bertambah. Permintaan bertambah berarti pemasukan bertambah. Baiknya lagi, pemasukan ini yang mungkin tadinya keluar sebagai pembelanjaan untuk produk - produk luar negeri, kini justru masuk ke pundi - pundi masyarakat dan industri negeri ini sebagai pembelian produk dalam negeri. Ini berarti roda ekonomi berputar, tenaga kerja terserap, dan bukan tidak mungkin keadaan ekonomi negara ini bisa bangkit perlahan - lahan yang dimulai dari satu sisi ini.
Masalahnya adalah, bagaimana caranya mempertahankan situasi ini untuk jangka panjang? Jangan sampai kondisi saat ini hanya menjadi titik puncak sebelum titik kejatuhan kembali batik nantinya. Bagaimana mempertahankan kondisi ini agar menjadi kurva naik atau paling tidak sebagai garis lurus yang berkesinambungan? Kemiripan produk ataupun desain tiruan tentu bukanlah jawabannya.
Indonesia Sudah Kalah Jauh
Jangan coba bersaing dari segi kemampuan produktivitas, kita jelas sudah kalah jauh dari China, India, dan Bangladesh untuk itu. Jangan juga coba bersaing dari segi kemampuan inovasi dan teknologi, kita jelas sudah kalah jauh dari Eropa, Amerika, bahkan Jepang, Singapura, atau Malaysia sekalipun untuk hal itu. Terlebih lagi jangan coba bersaing dari segi kemampuan meniru, karena kita jelas kalah jauh dari China dan Thailand untuk hal itu.
Tentu kita masih memiliki budaya, tapi jangan keburu senang dulu. Kita punya negara tetangga yang budayanya sangat mirip dengan kita. Melihat tingginya permintaan akan batik yang bukan saja dari luar, melainkan kini dari dalam negeri juga, sebagaimana telah diberitakan di Kompas juga, saya yakin mereka tidak akan segan - segan untuk menjemput para sesepuh pembuat batik kita untuk hijrah ke negara mereka.
Mungkin sebagian dari anda akan berargumen bahwa batik di negara kita sangatlah khas dan berbeda dengan batik di negara lain meskipun cara pembuatannya sama. Namun lupakah anda bahwa di atas tadi telah disebutkan ada beberapa negara yang memiliki kemampuan meniru tingkat tinggi disertai dengan kemampuan melakukan modifikasi dan tingkat produktivitas yang tinggi?
Kalau iPhone yang begitu hebatnya saja bisa ditiru dan bahkan tiruannya memiliki kemampuan yang lebih tinggi dengan harga yang lebih rendah, siapa yang bisa menjamin bahwa batik kita tidak akan bisa ditiru dan tiruannya tidak lebih hebat?
Di sinilah dibutuhkan mental kreatif dan kemampuan untuk berkreasi tersebut. Kedua hal itu yang akan menjadi kunci untuk selalu menyediakan suguhan desain dan produk yang segar bagi perkembangan batik. Membuat batik menjadi menarik dan terus menarik adalah kuncinya untuk mempertahankan dan meningkatkan moment yang ada sekarang ini. Bisa dibayangkan, tanpa kreativitas dan inovasi, tanpa perlu waktu lama, batik kita mungkin sudah ditiru dan dipasarkan dengan lebih murah, dan nahasnya lagi, kita justru dianggap sebagai negara peniru-nya.
Practices Make Perfect
Di sinilah pentingnya bagi para produsen, industri, pengrajin, dan penjual produk batik untuk mengetahui pentingnya menumbuhkan dan meningkatkan kreativitas yang ada, disertai inovasi yang kuat. Pentingnya untuk menghentikan kegiatan tiru - meniru dan atau memirip - miripkan hasil karya mereka.
Kreativitas bukanlah sesuatu yang didapat sejak lahir, melainkan tumbuh dari sikap tidak mudah puas dan selalu menginginkan hasil yang terbaik dari setiap hal yang dilakukan. Kreativitas butuh digodok dan dilatih.
Saat masyarakat kita sudah mencintai produk batik dalam negeri, mampukah para produsen ,pelaku industri, dan penjual produk batik tersebut menjawab dan menjaga rasa cinta itu?
- vilia's blog
- Login or register to post comments
- 1068 reads


Diana Rikasari
Haluuu..baru nih di fasity...great blog...:)
kemaren gue mampir ke inacraft, dan setelah berjam-jam disitu, gue tidak menemukan baju batik satupun yg gue suka...:'( yang ada gue malah beli celana pendek heheh...
entah kenapa, batik yang dijual udah kayak seragam, semuanya sama boooo. kaennya juga rata2 sih mirip lah.
satu2nya batik yg bisa bikin gue terkagum-kagum dan rela mengeluarkan uang banyak adalah batik2 yg dijual di Alun-Alun Grande Indonesia. Mereka kreatif banget, udah kayak karya seni gitu satu baju, and tetep ngikutin trend...salut deh pokoknya....tapi ya itu pendapat gue heheh...:)
vilia
Halo juga Diana. :) Thx for joining yaaa.
Hehe pengalamannya sama ya. Kemaren gue masih dapet beberapa kain batik, tapi itu khusus dengan ngudeg2 di tempat - tempat penjual yang emang udah sering gue liat wira - wiri di Inacraft dan pameran sejenis, karena mereka punya ciri khas di batik2 mereka. Sisanya ya sama seperti elo, semuanya terlihat serupa.
Nyokap gue sampe bilang, "Kalau liat batik sama semua begini, jadi ilfil sama batik". Dan ini ga boleh terjadi. :P
Umm batik yg di Alun - alun itu kebanyakan batik pengrajin yang diberi sentuhan oleh para desainer Indonesia. Sebetulnya kalau elo jalan2 ke Solo dan daerah lain, ada banyak pengrajin yg bikinnya bagus - bagus, tapi ya itu dia, selalu ada dilema. Yang bagus dan punya ciri khas, modalnya tidak cukup besar untuk pameran. Yang punya modal cukup, batiknya kurang berciri khas, dan sejenisnya.
Makanya emang harus bergabung dan berjalan bersama - sama.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
diana_ti02
Ogitu yaaa....terus terang sih gue belom pernah jalan2 ke solo atau daerah lainnya, jadi melihat alun-alun saja gue sudah sangat amazed hehehe....tapi kemaren di inacraft lucu juga lo, ada sepatu-sepatu dari bahan batik (flats, boots, keds)...:)
http://dianarikasari.blogspot.com - My Blog
vilia
Iya, produk di Alun - alun sih dah pasti bagus motif dan kualitasnya, soalnya memang dipilih juga kan :) bedanya kalau beli di Solo dan sejenisnya, harganya lebih murah aja. Kualitas kerjaan sih mirip. :) Hehehe kalo males cape emang enakan beli di Alun2. :)
Iya ada sepatu dan kaos dengan paduan batik dan beberapa yg bagus plus kreatif juga meskipun jumlahnya sedikit.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
FrenZy
ada pameran batik, ya?
mungkin karena lagi trend batik, jadi semuanya menjual yang standar vil. tapi mudah-mudahan, kreasi semakin kaya dan motif juga makin kreatif :)
http://winna-efendi.blogspot.com (my official blog)
http://kenangan-abu-abu.blogspot.com (my first novel)
http://littleblackink.multiply.com (my MP account)
vilia
Bukan Win, ini Inacraft, tapi ada batik juga di dalamnya. Jadi sebetulnya pameran craft keseluruhan sih, bukan batik doank.
:) Iya gue juga ngerti itu, moga2 aja begitu, dan memang harus begitu. At least harus dilakukan sesuatu untuk menjaga semuanya tetap peak.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
thya
Aku punya 2 potong baju dari bahan batik, tapi waktu itu beli kainnya dan jait ke tukang jait langganan.
Alesannya memang karna model baju batik itu ya gitu2 aja..
kaya ga cocok sama style-ku, hahahaha..
BTW jangankan aku, mama aja yg udah tuwe ga mau beli baju batik yang udah jadi. Maunya jait sendiri =))
cheers,
thya--
http://u2-indonesia.com
vilia
Sama donk Thya. Hehehe.... enakan jahit sendiri ya kalau batik. :P
Tapi jadi tertantang juga untuk menciptakan baju batik yg khusus dan beda.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
mita
Heran, kenapa batik enggak bisa seperti kimono atau saree ya? Biarpun klasik dan modelnya tetap, nilai lebihnya tetap ada dan terlihat fashionable sampai kapanpun. Sampai sekarang gue masih enggak habis pikir kalau tentang batik.
-Brain is not accessory.-
vilia
Ummm....mungkin karena belom bener2 dihargai dan dihayati sepenuhnya, Mit? Skrg ini pun masih dilihatnya sebagai trend doank. Jadi belum bener2 dipakai karena dipilih. Contohnya, nyokap gue pun skrg ikut doyan batik lagi....huhuhu.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
lila.nolita
Lat week waktu ke Inacraft, memang fokusnya ke sana mau liat batik sih, ngider-ngider like 3 jam, dan dari sekian banyak peserta, ada ternyata 1 stand - dicatat, 1 stand saja- dari sekian ratus stand yang ada, yang menurut gue, sangat menarik.
Dia menjual pakaian, blus tanpa lengan, trus celana monyet, tapi dari motif batik yang warnanya cerah-cerah, dan juga dikombinasi dengan motif garis-garis, yang secara keseluruhan, bukan baju dengan kain batik, namun batiknya justru merupakan aksen sedikit, dan menonjol.
Sangat modis, juga rapih jahitannya.
Nama brand nya Geulis, dia dibagian belakang dari stand-stang batik, itu juga nemunya kebetulan.
Sayangnya dia belum ada tempat, dan juga cuma lewat email.
I gave her my email, namun sayangnya sampa sekarang dia belum email-email.
If anyone knows about this brand, check it out. Defenatly worth looking at.
www.akusukatas.com
vilia
Haha pengalaman elo sama kayak pengalaman gue, Din. Cuma mungkin gue lebih beruntung sedikit ya hahaha. gue masih ketemu segelintir yg bagus, mungkin karena sebelum2nya emang dah kenal sama penjualnya juga ya, jadi gue dah rada tau yg gue incer yg mana2 aja.
Geulis termasuk salah satu stand yg gue suka juga. Batiknya dia unik dan warnanya juga enggak pasaran. Biarpun harganya juga termasuk tinggi sih, tapi worth lah. Gue kebetulan waktu di Geulis ga liat bajunya sih, tapi sempet beli kainnya juga. :)
Hehe biasanya kalau yg email2 gitu rada susah deh, Din. Mendingan datengin setiap ada pameran aja. Mereka biasanya selalu ikut pameran di JHCC kok. Mau Inacraft, pameran batik, pameran produk eksport, dll. Biasanya selalu ikut. :)
Btw, nice bags you have there!! Hehehehe.... gue review ya ntar :).
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
murna78
emang dimana2 sekarang semua orang pake batik..
kalo aku jadinya males ya ikutin trend dikala semua berbatik... soalnya jadi ga keliatan unik...
vilia
:) Iya sih, saat semua berbatik jadi seperti seragam ya. Tapi tantangannya di sini nih. Nemuin baju batik yg enggak semuanya batik atau kalau semuanya batik pun, patternnya beda. Kemaren ini ketemu baju batik modelnya unik banget, agak2 kimono gitu. Lucu juga sih...
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
fashion_nixie
Paun jg sempet ke JHCC bli kado buat tmn... wah Tas nya bagussss bgt lhooo...
PUASssss bgt dhe bliin.. n tmn ku yg ultah senenk bgttt... hahahaha
Yg blum paun temuin adalah batik yg kerennn... bner2 susah carinya... pdhl minggu depan tgl 25 ini paun ada acara ... *pengen nya siy pake BAtik, tp syg blum paun temuin* ..batallll dhe kyknya rencana kuw... huhuhuhu TT______TT
Timbul niat pngen pake batik tuh krn sempet liat 1 cewe wkt paun di medan, pake dress dr batik gt.. warna nya rada2 GOLD gt.. Wuihhhhh!!! KERENNNN bgt bow..!!! Bersinar bgttttt... gk norak! so swittt n elegant....
Mauuuuu dunk....... =^-^=
vilia
Haha makanya harus bawa camera ke mana - mana, Paun. Biar ngeliat yg keren dikit langsung foto. Lumayan buat ide kan. Hahaha....:)
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account