Pameran Karya Kabupaten Indonesia

Hari ini saya pergi ke JCC untuk menyambangi pameran hasil kerajinan dan fashion seluruh kabupaten Indonesia (sebenarnya numpang Papa yang mau lihat barang perkebunan dan pertanian, sih). Pada hari yang bersamaan ada pameran furniture dan konser Vina Panduwinata.
Di dalam ada banyak sekali hasil karya orang Indonesia, bervariasi mulai dari sulaman, tenunan, kerajinan tangan berupa aksesoris tanah liat, kayu, bebatuan, sampai... batik. Stand batik paling ramai dikerumuni, mulai dari kemeja batik, kaos batik, sampai tunik dan kainnya juga dijual dengan harga yang tidak murah, mulai dari Rp. 100 ribu ke atas sampai 200an ribu untuk sehelai pakaian motif batik.
Yang menyenangkan adalah, kita jadi bisa melihat aksi negara dan karya yang gak kalah menarik sama buatan asing. Kain-kain motif batik sangat cantik dan saya membeli satu untuk dibuat baju (oleh-oleh..), dan Mama membeli satu baju batik yang gak pasaran dengan motif unik dalam background kain hijau. Senang juga melihat bebatuan cantik dalam balutan perak dan anting-anting cantik dengan model wayang, cicak juga ada.. semuanya pakai batu-batuan warna-warni yang berkilau.
Yang sayang hanya satu.. selain orang-orangnya gak kompeten menjawab pertanyaan sekitar karya dan kebudayaan yang mereka representasikan, barang-barangnya ada yang berkualitas buruk. Seperti jepitan rambut perak bakar yang harganya mahal tapi seperti yang ada di pinggir jalan harganya Rp. 10 ribu dapat tiga. Harganya juga banyak yang lebih mahal dari harga toko, padahal cukup banyak bisa didapat di tempat lain. Lalu tidak ada perak seperti yang Vilia pernah tuliskan, misalnya perak Yogya yang sangat indah dan detail buatannya. Malah yang ada perak dengan desain yang sederhana dan kelihatan kurang bagus bu
atannya.
Akhirnya saya pun pergi ke Taman Anggrek untuk cuci mata. Hasil belanjaan saya cuma 1 : bando rajut yang lucu di Parisian. Di lantai atas banyak butik sekelas Orange, Chamomile dan Polkadot yang menjual ratusan baju model batik, dan lucunya, banyak banget yang ngantri di dalam untuk nyoba dan beli. Harganya relatif murah, seratusan ribu dengan kualitas batik seperti yang biasa dijual di butik Multiply (saya sudah beli dua via online shopping, dan harganya memang sekitar 50an ribu saja tapi kainnya tipis, agak kasar dan motifnya kurang rapi). Ramai sekali deh di TA, ada rok batik, kemeja puff-sleeved, terusan maxi dress motif batik, mini dress, tank top.. wah variasinya banyak. tapi agak susah untuk mencari yang motifnya one of a kind.. kebanyakan agak serupa satu sama lain.
Well batik is still on the highlight.. so everyone is after it now :)
Demikian laporan singkat cuci mata saya akan batik hari ini. Maaf karena lupa bawa kamera jadi gak ada snapshot khusus dari sana.
- FrenZy's blog
- Login or register to post comments
- 612 reads


montimanis
Is it today? Hmm, I really need to go there. But, this is quite a funny story ya, considering that you prefer TA instead of the expo, I mean the expo is supposed to sell better batik than TA, right :-)
thanks for sharing.
Montie Manis - my thought and stuff
vilia
Wah menarik tuh Win. Sampai kapan pamerannya? Huhuhuh gue masih di Bali so...ga bisa liat kayaknya. :( Hiks hiks. Btw....bener kata Montie tuh hehe agak2 ironis juga ya. Secara harusnya beli batik justru di tempat pamerannya ya. Btw kemaren ini juga denger dari temen katanya dia ke mangga dua beli baju batik, ternyata itu hasil import dari China juga. Huhuhuh parah...:D
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
septri_gracefull
salam kenal guys..!!
aku nebeng nimbrung yah,, hehe
klo dibandung mah.. yang sedang-in batik..
pa lagi klo di pasar2 besar seperti di "kings", "pasar baru"
dari yang termurah mpe termahal..
dari yang terseksi mpe yang tertutup :P
terakhir kali ngelihat ada baju yang lucu banget.. atasannya dari rajutan dan bagian bawahnya batik.. wew,,kueren!!!
tapi sayang,,ga da kepikiran buat difoto sih..hehe
sepertinya mulai sekarang aku harus membawa kamera setiap saat hehe..
sedikit share...
klo dijurusan ku,,, klo pas mata kuliah yang dosennya killer, harus pake batik ... katanya "klo ga kita2 yang mulai, mo nunggu cucu yang ngembangin?"
tapi aku pikir2 .."nice movement" hehe :)
vilia
Salam kenal juga Septri. :) Iya di Jakarta juga batik lagi in.
Bagus juga kan, jadi menghidupi pengrajin batik. Moga2 enggak jadi trend sesaat aja. :)
Wah iya penting tuh bawa camera, supaya dapet inspirasi tambahan. Hehehehe.... selain itu juga jadi bisa belajar tentang street style kan? :)
Pendapat dosen kamu bener banget tuh. Kalo enggak kita yg mulai, jangan - jangan 5 tahun lagi batik punah. :P
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
FrenZy
Sebenernya I didn't go to TA because I preferred their batik, tapi menurutku banyak orang yang kebetulan ksana dan lebih prefer batik murah daripada batik kualitas tinggi yang agak mahal..
Aku lagi kebetulan mau mampir buat urusan kantor, karena di sana kita lagi pameran tunggal jadi sekalian datang n mampir ke beberapa toko untuk cuci mata. Sedikit klarifikasi, di pameran batiknya jauhhhh lebih bagus kualitasnya daripada yang puluhan ribu di toko-toko kecil di mal itu. Di toko, batiknya bahannya jelek dan printnya kurang bagus, makanya harganya dipatok sangat murah. sedangkan di pameran, batiknya di atas 100 ribu bahkan ada yang ratusan ribu karena bahannya bagus dan hasilnya rapi. hanya saja, ada jg sih beberapa stand yang batiknya kurang oke, dan perhiasannya buatannya agak kasar.
bagi yang suka barang murmer akhirnya mereka lebih mengerubungi toko jualan batik di TA instead of di pameran.. di pameran jg rame sih tapi berhubung mahal akhirnya ga terlalu rame dibanding yang di TA. yang di TA bener2 ngejublek sampe di luar toko.. ngantrinya rameee sekali.
http://winna-efendi.blogspot.com (my official blog)
http://kenangan-abu-abu.blogspot.com (my first novel)
http://littleblackink.multiply.com (my MP account)
derbyanicca
Salam kenal ya..
aku ika.
Diriku self employee bidang desain fashion dan produksinya di Yogya.
wah enaknya ibu ibu yang di Kota besar..Pameran dan eksibisi tiada putusnya.
Saya di yogya juga berharap ada jadwal seperti di kota besar Jakarta dan Bandung. sayang khan kalau Jogja hanya terkenal Malioboro, Kraton padahal banyak potensi fashion dan industri pendukungnya lhoo..
Semoga tiap kita yang care sama dunia fashion atau related industri bisa sumbang ide dan berbagi kesempatan ya..
Salam
vilia
Hi Ika, salam kenal juga ya. :)
Haha iya nih pameran ga ada habisnya. Ika ga ikutan pameran di Jakarta? Biasanya kan banyak juga yg dari Jogja dan Solo ikutan pameran di Jakarta. Coba contact ke promotor exhibitionnya aja, biasanya bisa kok daftar.
Yup, di sini kan tempatnya kita saling belajar dan berbagi. :)
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account