Fashion: Tanya Kenapa?
Beberapa hari terakhir, saya sedang berdiskusi dengan beberapa orang pelaku fashion dari berbagai belahan dunia yang saya kenal dari beberapa komunitas tetangga dan juga dari Fasity ini. Ada yang berprofesi sebagai fashion desainer, fashion forecaster, fashion market analyst, pattern and style forecaster, maupun yang telah menjadi pensiunan dari perusahaan fabric setelah bergelut puluhan tahun di dalamnya.
Diskusi yang terjadi sangat menarik, yaitu tentang relevansi fashion dengan kemampuan otak manusia. Topik yang menarik dan sekaligus menantang bukan? Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa fashion seringkali dianggap sebagai dunia yang tidak memerlukan pemikiran mendalam alias dunia orang - orang yang tidak terlalu suka berpikir (baca: bodoh).
Namun yang lebih menarik lagi adalah ide, fakta, dan pertanyaan - pertanyaan yang keluar sebagai garis awal dari kerangka diskusi tersebut.
- Kreativitas adalah sebuah kemampuan untuk mewujudkan ide - ide baru maupun khayalan menjadi sebuah kenyataan. Kreativitas adalah kemampuan yang berdasarkan dari sebuah pemikiran yang dalam yang dibuat menjadi sebuah perwujudan. Ini berarti kreativitas setiap orang berbeda - beda dan tidak akan sama. Kreativitas yang seperti apa yang bisa secara bersama - sama mempopulerkan warna ungu pada waktu tertentu, atau mempopulerkan thight pada saat yang bersamaan, padahal berbeda dunia, berbeda kepala, berbeda desainer, dll? Tanya kenapa?
- Saat kata eksklusif dalam dunia fashion begitu diagung - agungkan dan dihargai mahal, sebetulnya siapa yang betul - betul ingin menjadi begitu berbeda dari orang lainnya? Saat semua pihak justru meneriakkan kesetaraan dan keinginan untuk dianggap normal, adakah yang betul - betul ingin diperlakukan, dipandang, dan dianggap berbeda? Dan apakah fashion betul - betul membuat orang diperlakukan berbeda, atau itu hanya ilusi si pemakai tersebut? (Baca: Manusia seringkali hanya melihat dan mendengar apa yang ingin dilihat dan di dengarnya.) Tanya kenapa?
- Saat fashion mengagungkan eksklusivitas dan tampil berbeda , para pelakunya juga beramai - ramai mengejar dan memakai apa yang sedang menjadi trend (baca: disukai orang banyak atau pasaran). Tanya kenapa?
- Saat ada orang membeli sesuatu yang sama dengan apa yang sudah ia miliki, yang sebetulnya tidak terlalu ia butuhkan lagi, dengan harga yang bahkan jauh lebih mahal, tentunya kita akan mengatakan orang itu bodoh kan? Orang - orang secara beramai - ramai membeli produk pakaian dan tas tangan ber-merk yang fungsinya tidak bertambah, dan tidak terlalu dibutuhkan, dengan harga yang lebih mahal, dan kemudian merasa bangga karena melakukan hal bodoh tersebut, ya hanya ada di dunia fashion. Tanya kenapa?
- Dalam dunia fashion, hampir semua orang bergegas dan beradu untuk mengabarkan apa yang terbaru kini, padahal fashion secara nyata bergantung pada hasil research dan forecast akan pilihan - pilihan di masa lampau. Bukankah seharusnya fashion berlaku seperti dunia akuntansi di mana semua orang berusaha untuk menganalisa data masa lampau? Ironisnya, kebanyakan orang - orang yang dianggap tahu tentang fashion justru adalah orang - orang yang sama sekali tidak mengetahui kenyataan akan hal ini, dan hanya ikut - ikut mengaku - ngaku tahu akan hal yang ia tidak ketahui. Tanya kenapa?
- Sebut satu dunia di mana tidak ada aturan benar dan salah, semua pendapat bisa diterima selama yang berpendapat dikenal, kegilaan dan keanehan taboo untuk dipertanyakan dan cukup dianggap secara dangkal sebagai seni, dan para kometatornya adalah orang - orang yang tidak berkemampuan lebih dari yang diberi komentar: Fashion. Tanya kenapa?
- Ketika seluruh dunia sedang berjuang melawan prostitusi, pelecehan seksual, meningkatkan nilai - nilai etika dan moral, mengurangi eksploitasi wanita, serta mengangkat harkat dan derajat kemanusiaan..., fashion menjadi satu - satunya dunia di mana wanita berpakaian minim bertebaran di mana - mana, wanita telanjang didukung penuh, eksploitasi tubuh dianggap seni, dan juga satu - satunya dunia yang idenya dari tahun ke tahun sama, yaitu menawarkan kalender yang berisi para model wanita telanjang untuk alasan pengumpulan dana bakti sosial. Tanya kenapa?
- Kebanyakan orang - orang yang dianggap fashionable justru adalah orang - orang yang pakaiannya paling tidak akan pernah kita ikuti ataupun kita kenakan. Tanya kenapa?
Dan sebetulnya masih ada banyak lagi point - point lainnya, namun terlalu panjang untuk ditulis di sini :). Diskusi yang panjang dan masih terus bergulir. Anda boleh setuju, dan boleh tidak setuju. Boleh menambahkan point lainnya, boleh juga membuat kesimpulan. :) Silahkan post di comment juga.
Yang pasti, saya menuliskannya di sini hanya sebagai bahan renungan dan ide bagi kita semua, terutama para pecinta dan pelaku fashion tentunya. Tujuannya hanya satu, agar kita betul - betul mengerti di mana letak fashion yang kita inginkan dan dampaknya pada kehidupan kita. :)
Pic: libizblog.wordpress.com
- vilia's blog
- Login or register to post comments
- 250 reads



septri_gracefull
YaPs...!!!
of course i agree with u...
>>ada poin yang aku mau tambah,,
Banyak orang yang suka mengkritik kalau orang-orang yang berada di dalam dunia fashion adalah orang2 yang AneH,..yang sok tau.. yang suka menghasilkan karya tak berguna sama sekali..yang hanya menciptakan sesuatu karya yang tak terpakai....(tanya kenapa?)
>>banyak pelaku fashion yang telah lama berkiprah didunia fashion, jika melihat junior, ataw fashionista yang baru seumur jagung berkiprah dalam dunia fashion dan yang menghasilkan suatu karya nyata dari ekspresi seni kepalanya sendiri,akan sangat menyepelekan karya anak2 baru tsb...(gua dah korban ama senior nieh..hiks..)dan ngerasa karya-nya lah yang paling benar,,
wah..wah... im full of burn emote!
ough,,,,juSt calm down septri...hehe...
villia..nice shoot..!!
vilia
Thx Septri. :) Iya juga ya, point yg kamu kasih juga menarik.
Wah wah....sepertinya memang harus banyak bertanya ya kita. :P
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
FrenZy
haha menarik untuk dipikirkan!
setuju sama yang berbondong-bondong menuju ke satu trend tertentu. personally g prefer untuk punya style sendiri. punya item of the current trend memang sah, tapi ga usah terlalu menggilai merk dan trend tertentu, apalagi kalo ga cocok sama bodi.
just my personal thought.
http://winna-efendi.blogspot.com (my official blog)
http://kenangan-abu-abu.blogspot.com (my first novel)
http://littleblackink.multiply.com (my MP account)
vilia
Setuju!!
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
love1001kiss
hehehe...saya juga setuju nich..
orang orang yang menyukai dunia fashion terbagi banyak kategori, ada yang memaksa memakai apa yang sedang trend padahal tidak cocok buat dia, ada yang pamer karena dia bisa punya semua koleksi label label papan atas padahal tidak terlalu dibutuhkan, dan lain lain sebagainya.
tapi menurut saya.. apa yang disebut fashion adalah apa yang bisa kamu ciptakan berbeda dengan yang lain yang tidak harus selalu mengikuti trend baik dari segi harga maupun label, asalkan... cocok dengan kamu dan bisa kamu tampilkan dengan baik.
vilia
Hehe bener tuh. :) Fashion itu seperti psikologi. Sejauh dan sedalam apa kita mengenal diri sendiri dan ingin mengekspresikannya.
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
csakura
fashion dunia ditentukan dan disetir oleh industri yang kuat. itu nggak bisa dipungkiri. industri inilah yang menentukan dan menciptakan tren di masyarakat (yang tentunya juga berangkat dari analisa tentang current affairs yang sedang berlangsung saat itu).
personal style adalah ekspresi kepribadian. kalau ternyata personal style-nya berubah2x mengikuti tren ya why not, maybe she's just a chameleon and experimental. kalau personal style-nya adalah fanatisme terhadap branded items ya why not, so long as he/she can afford it. kalau personal style-nya sudah fixed dalam satu gaya saja ya mungkin dia sudah menemukan comfort zone-nya.
For example, Agyness Deyn's style won't look the same if it's worn by, let's say, Nicole Kidman (same goes the other way around). In the end, it's all about personality expressions.
when people say that Paris (Hilton) is just another blonde bimbo and spoiled rich brat, I personally think she's smart enough to use all the publicity she could get to endorse her business. Well yeah, maybe she is a spoiled brat, and maybe she doesn't read much textbooks, but she was just born with silver spoon in her mouth (can't blame her with that!). And anyway, in real life, I think we all agree that we need way more than just theoretical textbooks to survive (and make the ka-chings!).
=)
*~..Margie..~*
http://csakura.multiply.com
vilia
:) Interesting points.
Setuju dengan elo kalau personal style itu ekspresi pribadi, but gue pribadi ga setuju kalau personal style itu bisa berubah - rubah. :) Kalau masih berubah - rubah yah simply memang belom ketemu personal stylenya, that's all. Dan ga ada yg salah dengan itu, as you said, masih bereksperimen dan masih mencari style yg cocok mungkin, masih pengen bermain - main dengan diri dan penampilannya mungkin, atau masih berusaha mengenali dirinya lebih dalam mungkin, dll.
Juga kalau dibilang personal style nya adalah mengikuti tren, ya menurut gue itu juga simply belum menemukan personal style nya, tapi memang trendy. Yah gampangnya Agyness Deyn selalu punya sentuhan style yang sama dalam setiap look dia, ga berubah - ubah atau ngikutin Nicole punya style, bahkan punya signature style yaitu rambut dia. Something like that.
About Paris, ah ya...mungkin yg bego memang yg mengikuti dia meskipun udah bilang dia bego. Hahahaha....Is there any theoretical textbook for survivors anyway? Hehe just my little tought. :)
Btw topik ini bener2 menarik emang. Harusnya loe ikut discussionnya ya Marge , ntar kalo ada lagi gue invite ya! Hehehehe...:)
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account
csakura
sedikit koreksi sih, maksud gue style berubah2x lebih kayak Linda Evangelista atau Mila Jovovich yang kayak bunglon atau chameleon sih heheheh tp gue setuju kalau biarpun mereka berubah, mereka tetap punya benang merah pengikat gaya mereka.
menurut gue masa2x bereksperimen itu (biasanya) cuma terjadi pas masih remaja aja sih. semakin kesini kita pasti udah tau maunya apa n gimana. jadi biarpun ngikutin tren, tetep ada benang merahnya itu. gue termasuk yang kayak gitu sih soale heheheh gue suka ikutin tren. tp ya nggak gue paksain 100%, pasti tetep ada ciri khas gue-nya. karena kalo nggak, gue pasti bakal merasa nggak nyaman aja sih.
kalo soal Paris sih ya. gue tetep merasa she's not that dumb aja. textbook yg gue maksud lebih ke sekolahan heheheh dia mungkin termasuk anak bodoh (kalau sekolah) tp in real life dia nggak sebodoh itu. yang gue maksud adalah, nilai2x pelajaran di sekolah (yg sangat teoritis) nggak bisa jd jaminan keberhasilan dan kesuksesan seseorang di masa depan. gue punya anyak teman yg nilainya hancur2xan pas sekolah tp pas kerja mereka malah sangat berprestasi. mungkin ini yg dbilang bukti pentingnya EQ drpd IQ.
just another thought aja sih heheheh
*~..Margie..~*
http://csakura.multiply.com
vilia
Gue masih sering sih nemuin orang2 yg masih bereksperimen dengan style mereka, padahal udah lebih tua dari gue juga umurnya. Mereka suka nyoba tren but juga ga terlalu maksain dengan tren tsb, sama kayak elo. Bedanya loe mungkin udah punya benang merah loe sendiri, sementara mereka masih belom nemuin benang merahnya karena mereka cenderung pake baju seperti aktris a, b, c. Berdasarkan contoh yg mereka lihat, jadi masih seperti bunglon. Anyway, it is a normal thing. Hehehe....
Yup, nurut gue Paris juga ga bego. Dia mungkin ga pinter, but juga ga bego. Well emang nilai pelajaran sekolah ga bisa jadi jaminan keberhasilan, sekolah tuh cuma tempat menuntut ilmu. Means ilmu yg dikasih ya basic ajah hehehe. Sama kayak kita baca buku lah. Sisanya gemana prakteknya itu yg nentuin.
Tapi sekolah emang nentuin gimana lingkup pergaulan kita dan etika yg berlaku di ruang lingkup tersebut. Kita belajar bersaing, membantu, berkenalan, gemana bisa berteman dan bermusuhan, sportivitas, dll. Nurut gue ya hal2 yg ada di sekolah cuma ada di sekolah, begitu juga sebaliknya. Minimal buat orang2 yg EQ nya kurang bagus, masih ada IQ gitu kali ya. Hahaha....
Simplight.NET - Your Fashion Destination
After Midnite Bag - Your Lifestyle Bag
A Human Wannabe - My MP Account