
Kemarin pagi membaca sebuah artikel di koran Kompas, tentang dua orang pengrajin batik Pekalongan yang teguh pendirian untuk tetap menjaga martabat dan kebudayaan bangsa meskipun ditawari iming - iming pembayaran yang jauh lebih tinggi dari negara Malaysia. Dikatakan bahwa mereka "tidak mampu menjual budaya bangsa". Sebuah sikap nasionalis yang disertai keteguhan idealisme yang dipegang.